Arsip untuk Juni, 2010

Day 3-Kembar Autis

30 menit

Pagi ini aku terbangun, lalu menyadari bahwa pintu kamar kostanku tidak terkunci. Laptop masih menyala, dan setelah kulihat layar laptopku, sudah ada beberapa pesan chat YM dari temanku. Aku tidak sadar,karena tertidur semalam. Aku kira Yanta akan pulang malam hari dari Bogor, tetapi sampai pagi ini dia belum datang juga.

Tak lama kemudian, saat aku akan bersiap-siap untuk berangkat PKL, terdengar suara motor Yanta datang. Dia langsung membuka helm dan melihat arlojinya. Dia berkata dengan bangga bahwa dia telah menempuh perjalanan Bogor-Tangerang hanya dalam 30 menit. Senang sekali dia, karena baru saja memecahkan rekor waktu tempuhnya sendiri. πŸ˜›

Seperti hari-hari sebelumnya, aku harus menjemput 2 orang kawanku, Laras dan Rani di asrama mereka. Kali ini aku melihat suasana berbeda, penghuni asrama ini sudah mulai banyak. Sudah terlihat ada tanda-tanda kehidupan disini. πŸ˜›

Mulai Bosan

Baru tiga hari bekerja, tapi sepertinya kami berempat dilanda rasa yang sama. Kami mulai bosan. huuuf.. terlihat dari Rani yang semakin hari semakin lesu :(, Laras yang selalu menggebu-gebu untuk segera nonton Twilight Eclipse. Yanta dan Aku masih berkutat dengan materi yang diberi kemarin. Tapi aku pun merasa sedikit bosan disini. Begitu juga dengan Yanta yang daritadi sering bolak-balik tempat kerja hanya untuk membunuh rasa bosannya.

Aku harus tetap menjaga api semangatku agar tidak padam (kayak mau ngepet aja pake jaga api :P). Minggu ini merupakan minggu dimana progressku akan dinilai oleh supervisor. Sejauh mana aku dapat menguasai materi yang diberikan. Di tempat ini aku belajar, belajar sesuatu yang sangat baru bagiku. Sedikit melenceng dengan bidang yang aku geluti di kampus. Tapi kalau dikait-kaitkan, ada juga kaitannya πŸ˜›

Baca lebih lanjut

Day 2

Hari kedua ini..entah mengapa begitu berat untuk membuka mata. Aku tetap bangun pagi, untuk melaksanakan shalat subuh. Tapi setelah itu, kembali ke tempat tidur lagi, karena tidak bisa melawan rasa kantuk yang amat dahsyat ini (berlebihan memang) πŸ˜›

Waktu menunjukan pukul 7.15, tetapi aku masih terpaku menatapi layar laptopku. Yanta yang sudah bergegas sejak tadi pagi, siap menjemput 2 kawanku di asrama.

Tempat PKL

Sesampainya di tempat PKL, aku dan kawan-kawanku langsung menempati tempat kerja yang telah disediakan sebelumnya. Kunyalakan laptopku dan membaca materi yang diberikan kemarin. Tak lama kemudian datang supervisorku dan memerintahkan untuk mendalami teori yang akan dikaji. Setelah itu dia pun berlalu dan tak kembali lagi selama seharian ini.

Baru pukul 10.15 konstentrasiku sudah sedikit buyar, karena perutku yang keroncongan. Belum sempat sarapan tadi pagi, dan kemarin malamnya hanya makan sedikit. Pada saat ini, aku berharap cepat-cepat jam istirahat tiba. πŸ˜›

Warteg

Beberapa saat sebelum waktu istirahat, muncul seorang Bapak bertanya-tanya pada kami. Ingin berkenalan lebih jauh sepertinya :P. Senang sekali aku disini, semua orangnya ramah-ramah. Benar-benar Indonesia :D. Bapak itupun mengajak kami ke tempat makan pada saat jam istirahat nanti.

Yes..jam 12.00 teng..aku sudah bergegas ingin keluar mencari tempat makan. Kami bertemu Bapak yang tadi, beliau melihat kendaraan yang akan kami tumpangi kurang, jadi beliau meminjamkan kami 1 sepeda motor.Agak jauh memang tempat makannya. Baca lebih lanjut

Day 1

Sebelum Berangkat PKL

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun..lalu seperti biasa, aku pun menunaikan shalat subuh.

Setelah itu..langsung mandi.(he..kebalik nih..bukannya mandi dulu) :P.

Karena Tangerang adalah daerah baru untukku. Maka pukul 6.00 aku dan teman satu kamar kostku, Yanta. Langsung pergi mencari tempat makan untuk sarapan. Kami belum tau tempat mana yang murah. Akhirnya memutuskan untuk makan nasi uduk di pinggir jalan. Kalau diliat dari tempatnya sih..kayaknya harganya lebih murah dari tempat yang kemarin, pada saat kami tiba pertama kali di Tangerang ini. Setelah tanya-tanya..ternyata kompak banget sama warung nasi uduk yang berjarak beberapa meter. Harga nasi uduk + telur dadar 1/5 bagian == 6000 rupiah.(harga yang cukup mahal untuk mahasiswa berpenghasilan tidak tetap) 😦

Pukul 7.00 masih bersantai di kostan, karena menunggu 2 orang teman, yang sedang dalam perjalanan dari Bogor menuju tempat PKL. Mereka menitipkan barang bawaannya di kamar kami(Aku dan Yanta). Sehingga sebagian lemari di kamar kostan kami penuh oleh barang-barang bawaan para kaum Hawa ini. πŸ˜› Baca lebih lanjut

Usability Evaluation of Koprol.com-Part 3

posting sebelumnya membahas point 1-6 tentang web usability, sekarang saya akan mengulas sedikit tentang point 7-10 pada web usability.

7. Flexibility and efficiency of use (EFFICIENCY)

shortcut untuk update status di facebook dan twitter

Situs ini menyediakan service bagi user agar dapat meng-update status mereka via koprol.com. Terdapat beberapa shortcut untuk update status ke twitter.com dan facebook.com secara bersamaan. Baca lebih lanjut

Usability Evaluation of Koprol.com-Part 2

Melanjutkan posting sebelumnya, kali ini akan membahas usability evaluation dari koprol.com dengan menggunakan metode Heuristic Evaluation

  1. Visibility of system status (Feedback)
  2. status sistem sedang upload gambar

    Sistem memberitahukan pengguna bahwa sistem sedang upload gambar, ditunjukan dengan adanya gambar animasi yang mengidentifikasikan user untuk menunggu.

  3. Match between system and the real world:

  4. follow or add friend

    konsep yang sangat familiar bagi user, 2 istilah dari situs ternama (twitter.com dan facebook.com) dipakai oleh situs ini. 2 istilah itu adalah Follow dan Add as Friend. Tidak terdengar asing bukan? πŸ˜› Baca lebih lanjut

Usability Evaluation of Koprol.com-Part 1

Koprol.com merupakan situs jejaring sosial karya anak bangsa Indonesia. Berbeda dengan jejaring sosial facebook.com karena jejaring sosial ini berbasiskan lokasi. Kita dapat melihat siapa saja anggota koprol.com di yang sedang berada di lokasi yang sama. Pada tanggal 25 Mei 2010 koprol.com resmi bergabung dengan Yahoo. Sebuah pencapaian yang luar biasa. πŸ˜€

Koprol.com

Tampilan Muka Koprol.com

Kali ini saya akan sedikit melakukan usability evaluation dengan menggunakan metode Heuristic Evaluation yang dikembangkan oleh Jakob Nielsen. Heuristic Evaluation terdiri dari 10 tahapan standar yang harus dipenuhi. 10 tahapan tersebut adalah :

  1. Visibility of system status: Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada sistem.
  2. Match between system and the real world: Sistem harus β€˜berbicara’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata, frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada. Baca lebih lanjut