Day 2

Hari kedua ini..entah mengapa begitu berat untuk membuka mata. Aku tetap bangun pagi, untuk melaksanakan shalat subuh. Tapi setelah itu, kembali ke tempat tidur lagi, karena tidak bisa melawan rasa kantuk yang amat dahsyat ini (berlebihan memang) πŸ˜›

Waktu menunjukan pukul 7.15, tetapi aku masih terpaku menatapi layar laptopku. Yanta yang sudah bergegas sejak tadi pagi, siap menjemput 2 kawanku di asrama.

Tempat PKL

Sesampainya di tempat PKL, aku dan kawan-kawanku langsung menempati tempat kerja yang telah disediakan sebelumnya. Kunyalakan laptopku dan membaca materi yang diberikan kemarin. Tak lama kemudian datang supervisorku dan memerintahkan untuk mendalami teori yang akan dikaji. Setelah itu dia pun berlalu dan tak kembali lagi selama seharian ini.

Baru pukul 10.15 konstentrasiku sudah sedikit buyar, karena perutku yang keroncongan. Belum sempat sarapan tadi pagi, dan kemarin malamnya hanya makan sedikit. Pada saat ini, aku berharap cepat-cepat jam istirahat tiba. πŸ˜›

Warteg

Beberapa saat sebelum waktu istirahat, muncul seorang Bapak bertanya-tanya pada kami. Ingin berkenalan lebih jauh sepertinya :P. Senang sekali aku disini, semua orangnya ramah-ramah. Benar-benar Indonesia :D. Bapak itupun mengajak kami ke tempat makan pada saat jam istirahat nanti.

Yes..jam 12.00 teng..aku sudah bergegas ingin keluar mencari tempat makan. Kami bertemu Bapak yang tadi, beliau melihat kendaraan yang akan kami tumpangi kurang, jadi beliau meminjamkan kami 1 sepeda motor.Agak jauh memang tempat makannya.

Senangnya bisa bertemu nasi siang ini, entah kenapa suasana kerja membuat perut terasa lebih lapar :P. Lahap sekali kami makan, terutama temanku Yanta sampai menambah 2 porsi (kelaperan parah :P)

Segelas kopi pertama

Siang ini hujan sangat deras. Menambah dingin suasana karena di ruanganku full AC (bus kali full AC :P). Aku terkantuk-kantuk membaca modul yang diberikan. Rani yang posisi kerjanya diseberang aku, tertawa-tawa melihatku begitu :(. Lalu dia menawarkan aku secangkir kopi. Ahh..sebuah penawaran yang sangat baik, rugi kalau ditolak :P. Ternyata temanku Laras, menderita syndrom yang sama, ngantuk akut. :P. Dia pun bergabung bersama Rani membuat secangkir kopi di pantri. Tak lama kemudian, Rani muncul dengan membawa secangkir kopi untukku. Kopi ini pun berhasil mengusir rasa kantuk sampai jam kerja selesai. *Thank you Rani.. πŸ™‚

Mas-mas yang ramah.

Tak terasa sudah waktunya pulang, aku menuju mushola untuk sholat ashar. Disana sudah ada 2 orang karyawan pria. Mereka menyapaku dan bertanya apakah ingin menunaikan sholat ashar juga. Mereka menungguku untuk mengambil wudhu. Wah, senangnya betapa ramah mereka. Selesai shalat kami pun sedikit berbincang-bincang. Umurnya tidak terlalu jauh denganku, kalau kutaksir sekitar 3 tahun diatasku. πŸ˜›

Autis di kamar

Sampai kostan, aku langsung membuka laptopku dan menancapkan modem agar dapat berseluncur di internet :P. Yanta malam ini pulang ke Bogor, karena mengurusi sesuatu disana. Jadi malam ini aku sendirian di kamar. 2 orang tetangga kostanku pun tak ada suara sama sekali. Semenjak aku datang, pintu mereka sudah tertutup rapat. Tak apalah, aku bisa menghubungi teman-temanku via internet untuk menghilangkan rasa kesepian ini. πŸ˜›

Pukul 07.54 handphoneku berdering, ada sms yang masuk. Kubaca sms-nya ternyata dari Rani, dia dan laras ingin ke kostanku untuk belajar PHP dan MySQL. Wah kebetulan sekali, aku yang sedang dilanda lapar mempersilakan mereka datang kesini dengan harapan mereka membawa sesuatu yang bisa dimakan. hihihi.

Ibu Kost

Terkabul harapanku, mereka datang membawa makanan yang cukup banyak :D. Tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 21.58, tiba-tiba dari depan pintu muncul ibu Kostku dengan muka sedikit judes. Ibu kost menegurku karena peraturan disini kaum hawa dilarang menginjakan kaki di kamar kami (berarti lain kali ibu kost juga gak boleh masuk :P).Wah, aku sama sekali tidak tahu. Ibu kost tidak pernah berkata apa-apa sebelumnya tentang ini. Ya sudah, akhirnya aku minta maaf karena belum tau sama sekali. Lalu aku mengantarkan 2 orang temanku ini pulang, tapi hanya sampai depan dan menunjukan jalan singkat menuju asrama mereka. Jarak asrama mereka dengan kostanku lumayan jauh, sekitar 3 kilometer. Aku kembali meng-autis-kan diri dengan ditemani laptop sampai aku terlelap tidur.

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: